Breaking News
Loading...
Rabu, 12 Februari 2020

VIRAL BIRO TRAVEL INI MELAKUKAN PENIPUAN



sejarah umrah rasulullah, sejarah umrah dan haji, sejarah umrah nabi, sejarah tempat umrah, sejarah haji dan umrah secara singkat, sejarah haji dan umrah,





Biro Travel umrah Pada beberapa tahun kebelakang kita dihebohkan dengan kasus first travel kasus tersebut sempat menghebohkan public karena first travel tersebut melakukan aksi penipuan dengan basis umrah dan haji.para jamaah tersebut ditawarkan harga untuk umrah yang begitu murah yaitu berkisar antara rp.14.000.000-rp.15.000.000 dan harga normal berkisar anatara RP.19.000.000-RP.20.000.000.first travel gagal untuk memberangkatan para jamaah tersebut.total jamaah yang gagal beramgkat berkisar dari angka 72.682 sedangkan jamaah yang terdaftar dan diberangkatkan berkisar antara 14.000 jamaah.
First travel ini didirikan oleh andika surachman beserta istrinya anniesa desvitasari hasibuan.sebelum memiliki first travel,andika adalah seorang pramuniaga disubuah gerai minimarket.sambil melakoni profesinya,andika juga melanjutkan pendidikannya kejenjang perguruan tinggi ditahun 2004.usai menikah ia selanjutnya ia menjaalani pekerjaan dengan magang disebuah bank swasta.
Pada tahun 2008 ayah mertuanya yang merupakan pengusaha batubara meninggal dunia sehingga ketika itu andika membiayai keluarga kecilnya beserta mertua dan adik-adiknya.gaji yang tak seberapa sementara itu ia harus menghidupi 7 orang keluarga akhirnya membuatnya memutuskan kuliah dan berniat untuk mencari nafkah.ia dan istri bakerja menjual berbagai macam barang dari handphone,burger,seprei,sampai cetak foto.namun semua usaha yg dijalani gak ada yang laku.bahkan modal usaha yang mereka gunakan habis.
Akhirnya andika dan istri membuka usaha travel tanpa pengalaman,hanya bermodal nekat ia membuat cv dengan nama usaha first karya utama.guna modal usaha,keluarga sepakat menggadaikan rumah satu-satunya peninggalan orang tua nya kebank.keduanya lantas memulai usaha dengan modal 50 juta.guan mengurus izin dan sewa tempat.namun usaha itupun tak berjalan dengan mulus bulan keenam pinjaman bank sulit untuk dibayar.rumah disita oleh bank,listrik diputus,dan tetangga mulai mencomooh.ketika itu uang yang tersisa hanya tinggal 10 juta.tak menyerah,mereka kembali door to door menawarkan jasa travel.
Dalam kurun waktu 2009-2010 usaha keduanya hanya mendapatkan sekitar 5 konsumen.usaha andika kemudian Usaha Andika kemudian mengalami titik balik usai dirinya mengikuti pameran travel gratis dan memutuskan menawarkan paket umrah. Meski itu ia justru mendapat konsumen untuk wisata ke Lombok, tapi dari situ usahanya menyebar dari mulut ke mulut. Ia pun kemudian mendapat permintaan dari 127 pegawai Bank Indonesia dan 50 pegawai Pertamina.
 "Hanya berbekal baca-baca sejumlah literatur soal umrah, kami beranikan diri presentasi, ternyata malah bisa menyisihkan pesaing yang sudah berpengalaman dalam tender.Tanggal 12 April 2012 untuk pertama kalinya Andika dan Aniesa kemudian menjadi guide dari tour tersebut. "Tak ada yang tahu kami suami istri. Tak ada yang tahu juga kami enggak punya pengalaman umrah"
kenang Andika. Dengan beberapa kali berkilah dan bersandiwara sebagai seseorang yang profesional, akhirnya perjalanan perdana sebagai guide tersebut sukses. Mulai saat itu, sepanjang tahun 2012, mereka bisa memberangkatkan 800 orang. Bahkan tahun 2013, jumlah pelanggan bertambah menjadi 3.800 orang. Bisnis First Travel dihentikan Setelah malang melintang di dunia travel umroh, pada Juli 2017 First Travel dihentikan kegiatannya oleh Satgas Waspada Investasi. "Penghentian kegiatan usaha tersebut dilakukan karena dalam menawarkan produknya entitas tersebut tidak memiliki izin usaha dan berpotensi merugikan masyarakat,
" kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing dalam pernyataan resmi, .Saat itu, First Travel diminta menghentikan penawaran perjalanan umrah promo yang dipatok sebesar Rp 14,3 juta. First Travel kala itu juga telah membuat pernyataan menghentikan pendaftaran jemaah umrah baru untuk program promo dan berjanji akan memberangkatkan jemaah usai musim haji yakni bulan November dan 2017 masing-masing sebanyak 5.000 sampai 7.000 jemaah per bulan. Namun berdasarkan pemberitaan ini janji memberikan kepastian keberangkatan jemaah tak juga berbuah nyata. Baca juga: Masih Proses Administrasi, Barang Sitaan Kasus First Travel Belum Dilelang Kronologi penipuan First Travel Melansir dari Kompas.com total kasus calon jemaah umroh yang gagal diberangkatkan ke tanah suci adalah sebanyak 63.000 orang jemaah.
 Adapun kerugian mencapai Rp 905.33 miliar. . Guna menarik calon jemaah First Travel, memberikan harga promo umroh sebesar Rp 14.3 juta. Strategi pemasarannya pun dilakukan dengan membuka cabang di beberapa daerah sejak tahun 2015. Cabang First Travel tersebut adalah di Medan, Kuningan, Jalan TB Simatupang, Bandung dan Bali. Ia juga membentuk jaringan pemasaran di seluruh Indonesia dengan cara membentuk agen kemitraan. Majelis Hakim menyebut terdapat sekitar 835 agen kemitraan yang berstatus aktif. First Travel juga menjual franchise ke beberapa kota dengan biaya waralaba sebesar Rp 1 miliar. Selain itu, juga menyebarkan informasi melalui media sosial, brosur. Serta memberangkatkan sejumlah publik figur. Dipidana 20 Tahun Akibat penipuan yang telah dilakukan, majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun kepada Direktur Utama First Travel Andika Surachman
. Sedangkan Istri Andika, Anniesa Hasibuan, dijatuhi hukuman penjara 18 tahun. Keduanya juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 10 miliar. Sementara Direktur Keuangan sekaligus Komisaris First Travel Siti Nuraida Hasibuan dijatuhi hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp 5 miliar. Kiki merupakan adik kandung Anniesa.
Usaha Andika kemudian mengalami titik balik usai dirinya mengikuti pameran travel gratis dan memutuskan menawarkan paket umrah. Meski ketika itu ia justru mendapat konsumen untuk wisata ke Lombok, tapi dari situ usahanya menyebar dari mulut ke mulut. Ia pun kemudian mendapat permintaan dari 127 pegawai Bank Indonesia dan 50 pegawai Pertamina. "Hanya berbekal baca-baca sejumlah literatur soal umrah, kami beranikan diri presentasi, ternyata malah bisa menyisihkan pesaing yang sudah berpengalaman dalam tender,"

ETIKA BISNIS YANG DILANGGAR OLEH FIRST TRAVEL

1.       UTILITARINISME
Adanya ketidak pastian antara pertimbangan biaya dengan laba yang diperoleh perusahaan dengan harga promo yang murah.pihak manajemen yang tidak bagus sehingga terlanjur banyak hutang dan pengeluaran dan beban.

2.       Hak dan kewajiban
First travel mempunyai kewajiban untuk menyelesaikan masalah dengan pembayaran ganti rugi atau memberangkatkan umrah semuanya.jamaah yang tertipu memiliki hak untuk diumrahkan atau diberikan ganti rugi.

3.       keadilan dan kesamaan
keadilan dan kesamaan,sangat lah tidak adil jika bos first travel memakai uang jamaah untuk keperluan bisnis dan pribadi,seperti jalan-jalan keluar negri,pembelian aset dll.


4.       Etika dalam memberikan perhatian
Tidak memperhatikan dan memperhatikan nilai-nilai memakai uang masayarakat untuk pribadi,memberikan tanggapan negatif dan enggan bertanggung jawab sampai akhirnya ditangkap polisi.


PERAN PEMERINTAH TERHADAP KASUS FIRST TRAVEL

Menteri koordinator bidang politik,hukum dan keamanan wiranto menggelar rapat koordinasi terbatas dengan sejumlah kementrian dan lembaga terkait kasus penipuan dikemenko polhukam,jakarta pusat.
·         Polres membuka pusat pengaduan jamaah,yang melapor sekitar 22.000 jamaah.
·         Ketua mahkamah konstitusi(MK) berpendapat bahwa pemerintah tidak memiliki kewajiban mengganti kerugian calon jamaah.
·         Ketua pelaporan pusat transaksi keuangan(PPATK) menyelidiki aliran uang dari perusahaan maupun pemilik.
·         Kepolisian menyita aset-aset first travel seperti 5 rumah mewah dan mobil.
·         Kementrian agama secara resmi menjatuhkan sanksi administrasi pencabutan izin operasional sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah.kemenag sedang mengkaji kebijakan batas minimum hanya umrah.
·         OJK mengedukasi seluruh elemen masyarakat agar tidak terjadi lagi korban penipuan.


0 komentar:

Posting Komentar