SEJARAH IBADAH UMRAH - Beda tempat beda pula sejarahnya, itulah istilah yang sering terdengar. Di dunia ini selalu ada misteri dan sejarah yang tersembunyi pada masing-masing kawasan yang diciptakan Allah SWT. Tak hanya suatu berwujud suatu kawasan saja, melainkan suatu kegiatan tertentu juga memiliki sejarah yang terkandung didalamnya.  Begitupula salah satu kegiatan ibadah yaitu umroh.

APA ITU UMROH ?

Umrah merupakan salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Tidak jauh dengan ibadah haji ,ibadah yang satu ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah. Menurut syari’ah, Umrah berarti melaksanakan thawaf di Ka'bah dan sa'i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil. Perbedaan umrah dengan haji adalah terletak pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.

TAHUKAH KALIAN SEJARAH DAN ASAL MULA IBADAH INI ?

Sebelum melaksanakan umrah yang pertama, Nabi SAW sempat bermimpi bisa memasuki masjidil haram bersama para sahabatnya, kemudian mengambil kunci Ka’bah, lalu thawaf, melakukan umrah, kemudian mencukur ( tanda selesai  umrahnya). Mimpi ini kemudian  diberitakan kepada para sahabatnya, dan sahabatnya sangat gembira. Akhirnya Nabi mengajak sahabatnya untuk mempersiapkan diri berangkat umrah pada tahun itu. 1500 orang sahabat NAbi SAW berangkat untuk melakukan umrah menuju Mekkah dengan mengenakan pakaian ihram dan membawa hewan-hewan kurban (al-hadyu) agar orang-orang (warga quraisy Makkah) mengetahui bahwa Nabi Saw dan rombongan tidak bermaksud untuk perang.
SEJARAH IBADAH UMRAH INDONESIA
SEJARAH UMRAH NABI SAW


Mendengar berita itu, kaum musyrikin Quraisy mengerahkan pasukan untuk menghadangnya, sehingga rombongan (Umrah Nabi pertama) yang berangkat dari Madinah tertahan di Hudaibiyah (20 km di sebelah barat laut Mekkah). Saat itu kaum Quraisy mengutus Suhail ibn Amr untuk berunding dengan Rasulullah. Dalam perundingan itu, Suhail mengusulkan, antara lain perlunya kesepakatan genjatan senjata selama sepuluh tahun dan kaum Muslimin harus menunda umrah dengan kembali ke Madinah. Tetapi tahun depan (629 M) diberi kebebasan melakukan umrah dan tinggal selama tiga hari di Mekkah. Saat itu Rasulullah Saw menyetujui perjanjian ini meskipun para sahabat banyak  yang kecewa sebab dalam perjanjian ini sebenarnya umat islam banyak dirugikan.

Sesuai dengan Perjanjian Hudaibiyah, tahun berikutnya ( 629 Masehi atau 7 Hijriah). Rasulullah saw beserta para sahabat melakukan umrah ke Baitullah (untuk yang kedua kali). Umrah ini disebut sebagai umrah al-qadha atau al-qadhiyyah. Saat itu Nabi Saw berihram untuk umrah dari Dzul Hulaifah (Bir Ali-Madinah) dan membawa 60 ekor unta. Ketika itu rombongan Rasulullah saw berjumlah sekitar 2.000 orang, mereka memasuki pelataran Ka’bah untuk melakukan tawaf. Sementara orang-orang Mekkah berkumpul menonton di bukit Qubais dengan berteriak bahwa kaum Muslimin kelihatan letih dan pasti tidak kuat berkeliling tujuh putaran. Mendengar ejekan ini, Rasulullah kemudian mengajak para sahabat agar memperlihatkan mereka bahwa kaum muslimin masih kuat. Saat itu Nabi mengajak para sahabat untuk membuka pundak kanannya dan meletakkan ujung selendangnya di atas pundak kiri kemudian memulai thawaf.

 Rasulullah Saw memulai thawaf dengan mencium hajar Aswad (rukun al-Aswad), kemudian berlari-lari kecil mengelilingi kakbah dengan posisi kakbah di sebelah kirinya,  menuju rukun al-Syami, lalu rukun al-Iraqi, dan rukun al-Yamani hingga ke rukun al-Aswad lagi untuk melanjutkan putaran berikutnya. Ketika menyaksikan Rasulullah saw dan para sahabat melakukan tawaf dengan berlari-lari sebanyak tiga kali putaran, para pengejek dari kalangan kaum musyrikin quraisy akhirnya bubar. Pada putaran keempat hingga ketujuh, setelah orang-orang usil di atas bukit Qubais pergi, Rasulullah mengajak para sahabat berhenti berlari dan melanjutkan thawafnya dengan berjalan seperti biasa. Inilah latar belakang beberapa sunnah tawaf di kemudian hari: bahu kanan dalam keadaan terbuka dan ujung selendangnya diletakkan di atas pundah kiri(idthiba’) serta berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama khusus pada tawaf yang pertama (qudum).

Setelah tujuh putaran mengelilingi kakbah, Rasulullah saw shalat dua rakaat di Makam Ibrahim, kemudian minum air Zamzam dan menuangkannya di atas kepala.  Sesudah itu Rasulullah melakukan sa’i antara Safa dan Marwa, dan akhirnya melakukan tahalul  (‘menghalalkan kembali’) atau membebaskan diri dari larangan-larangan ihram, dengan  mencukur kepala beliau.

Dari paparan sejarah Umrah Nabi Saw hingga hajinya, dapat diketahui bahwa sepanjang hidupnya, Nabi Saw pernah umrah empat kali. Pertama, umrah pada tahun 6 Hijriyah, walaupun kemudian gagal karena tidak mendapatkan izin dari kaum quraisy, penguasa Mekkah; kedua, umrah qadha (qadhiyah) sebagai realisasi perjanjian Hudaibiyah yang mengizinkan umrah pada tahun berikutnya (7 Hijriyah). Ketiga, umrah setelah penaklukkan Mekkah (Fath Makkah) dan  perang Hunain (8 Hijriyah); dan keempat, umrah yang digabung dengan haji (haji qiran) pada saat beliau melakukan haji wada’ pada tahun 10 Hijriyah.

  Dengan demikian, secara historis dapat diketahui bahwa Nabi Saw telah melakukan umrah terlebih dulu sebelum beliau melaksanakan ibadah haji.

KALA TEKNOLOGI MEMUDAHKAN IBADAH UMROH

Perkembangan teknologi dan akses internet yang makin kencang membuat hampir semua sendi kehidupan manusia semakin mudah. Mulai dari sosmed sampai urusan ibadah terpenuhi  lewat satu gawai di tangan.

Kini kemajuan teknologi sebentar lagi akan membantu jamaah umroh melakukan aktivitas ibadah selama di Tanah Suci. Dengan kemajuan teknologi yang semakin berkembang, banyak tour travel umroh berlomba-lomba membangun aplikasi umroh, guna memudahkan para jemaah saat melakukan ibadah umroh. 

BACA JUGA :  TATA CARA UMRAH 

Aplikasi berbasis android yang berisi salah satunya ialah informasi perjalanan, hotel, nomor kontak para tour guide, serta kumpulan do’a yang bisa digunakan jemaah. Aplikasi yang dibentuk sebab banyaknya para jemaah umroh yang terkendala mengingat rute perjalanan menuju tempat penginapan. Dan saat ini para jemaah hanya perlu mengingat nama dan mengetikkan nama lokasi lalu aplikasi yang disediakan oleh tour travel umroh yang mana aplikasi tersebut telah  terhubung dengan Google Maps sehingga membantu menunjukkan rute perjalanan.

Itulah setidaknya usaha  yang dilakukan tour guide travel umroh sebab kini kabarnya Traveloka san Tokopedia akan disiapkan untuk melayani segala kebutuhan mulai dari pemesanan tiket, akomodasi, hingga pembuatan VISA. Bahkan untuk urusan oleh-oleh, nantinya bisa dilakukan memalui platform digital .Ide yang sangat cemerlang bukan? Karna disamping itu konsumen akan semakin dimudahkan dalam segala aspek.

LALU BAGAIMANA NASIB AGEN TRAVEL UMROH KEDEPANNYA ?
SIMAK TERUS BERITA PADA ARTIKEL BERIKUTNYA.

BACA JUGA : TATA CARA UMRAH

0 Komentar